Selamat Datang di Tutorial Gramatikal Bahasa Arab

Website ini untuk belajar tata bahasa (grammar) Arab. Website ini tidak fokus untuk kosakata Arab. Kosakata bisa dipelajari dengan banyak membaca, banyak praktek, atau banyak buka kamus. Tapi belajar grammar memang perlu tuntunan. Website ini juga tidak mengajarkan membaca huruf Arab ataupun tajwid. Tentunya sangat direkomendasikan agar bisa baca Arab terlebih dulu agar mudah memahaminya. Tapi untuk yang belum bisa pun saya sertakan cara bacanya.

Mungkin ada macam-macam metode memulai belajar grammar Arab, tapi di website ini belajar grammar Arab dimulai dari:

  1. I’rob atau case inflection, terdiri dari Marfuu’, Manshuub, dan Majrur.

    Pada dasarnya, subjek biasanya berakhiran “u”, misalnya ar-rijaalu (the man) atau rijaalun (a man). Objek biasanya berakhiran “a”, misalnya ar-rijaala atau rijaalan. Kalau mengikuti preposisi biasanya berakhiran “i”, misalnya bir-rijaali (with the man) atau bi rijaalin (with a man). Tentunya tidak segampang itu. Selalu ada perkecualian. I’rob penting karena struktur kalimat bisa “V-S”, “V-O”, “V-S-O”, “V-O-S”, “S-V-O”, “O-V”, “S-V”, dengan V=katakerja, S=subjek, O=objek. Jadi, i’rob harus dikuasai sebelum materi grammar lainnya.

  2. Fi’l dan Fi’l Ma-dlii yaitu kata kerja dan kata kerja lampau.

    Setelah tahu i’rob, kita perlu belajar bahwa kata kerja Arab itu SELALU merupakan kalimat. Subjek, objek, atau penyerta lain itu hanyalah pelengkap. Jadi jangan kaget kalau ada kalimat berpola “V” saja, itu subjeknya sudah menempel. Bagaimana cara menempelkan subjek juga diajarkan di sini. Kata kerja Arab secara default adalah past tense dan baru  menjadi present tense kalau sudah dimodifikasi. Setiap kata Arab selalu bisa dikembalikan ke kata dasar (root word) yang terdiri dari 3 huruf Arab (tentunya ada banyak perkecualian). Misalnya, istighfar (meminta maaf) berasal dari kata dasar GH-F-R (ghofaro = dia sudah memaafkan) mendapat modifikasi “isti-“.

  3. Fi’l Mu-dloori’ yaitu kata kerja masa kini.

    Disini diajarkan cara merubah past tense menjadi present tense, lengkap beserta perkecualiannya. Cara memberikan imbuhan kata ganti juga berbeda dari past tense. Future tense juga diajarkan, yaitu menambahkan “sa-” atau “saufa-“.

  4. Wazan (Verb Form), yaitu modifikasi dari kata kerja yang berakibat memodifikasi artinya juga. Ada 12 wazan yang umum dipakai, dan semuanya diajarkan disini. Maknanya bisa berubah menjadi reflektif (diri sendiri), kausatif (membuat jadi), mutual (saling), dan sebagainya.
  5. Mood of Verb. Dalam bahasa Arab, seringkali sebuah kata kerja present tense harus termodifikasi formatnya karena Mood of Verb. Mood of Verb terdiri dari subjunctive (an/bahwa, lan/takkan, hattaa/sehingga), jussive (lam/didn’t, lammaa/haven’t yet, laa/Don’t!, in/if), energetik, dan imperatif.
  6. Kalimat Arab. Ada mubtadak-khobar (“Noun is Noun”, misalnya ice is cold, he is in his room), jumlah ismiyyah (kalimat diawali subjek), jumlah fi’liyah (kalimat diawali kata kerja, ini yang umum dipakai), ism inna (kalimat yang diawali inna), ism kaana (kalimat yang diawali kaana), dan sebagainya.
  7. Idlofah (possessive case), yaitu of atau ‘s dalam bahasa Inggris. Jadi kalau ada dua kata benda bersebelahan, mungkin itu mubtadak khobar (Ali is a friend), atau idlofah (Ali’s friend), bergantung i’robnya.
  8. Ism (kata benda), mengajarkan shorof (inflection). Shorof meliputi inflection karena jenis kelamin (setiap benda selalu feminin/mu-annats atau maskulin/mu-dzakkar), karena jumlah (singular/duo/plural), karena i’rob (yaitu karena posisi dalam kalimat), dan karena artikel (definite/indefinite noun).
  9. Artikel, meliputi definite noun (“The”) dan indefinite noun (“A/An”)
  10. Kata sifat, terdiri dari na’at (sifatnya) dan man’ut (yang disifati) dan bagaimana inflection-nya beserta perkecualiannya. Contoh: mu’allimun jayyidun (a good male-teacher).
  11. Ism Mau-shul (relative pronoun), yaitu alladzii (beserta derivatifnya), man, dan maa. Artinya “yang” (that, who, which, whom, …).
  12. Ism Isyaaroh (kata tunjuk), yaitu ini, itu, di sini, di situ, di sana.
  13. Dlomaa-ir (kata ganti). Ini tidak harus ada dalam kalimat, karena semua kata kerja harus sudah mengandung imbuhan kata ganti. Dlomaa-ir sering dipakai untuk penekanan, misalnya kata “does” dalam “He DOES want this book”. Penekanan dlomaa-ir adalah di kata ganti, yaitu “Saya, bukan kamu bukan dia”. Contohnya adalah Anaa (=saya), Anta (=kamu), Huwa (=dia).
  14. Negasi. Dalam bahasa Arab, negasi tidak hanya “tidak”, “bukan”, dan “jangan”. Tapi ada laisa, laata, laa, ghoiru, maa, in, lam, lammaa, lan, illaa.

Tentunya website ini akan direvisi kalau ada masukan mengenai cara pengajaran yang lebih memudahkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s